Home »  Gelanggang, Olahraga »  Catur PON XX Papua 2021 Berakhir, Sumbar Nihil Medali

Catur PON XX Papua 2021 Berakhir, Sumbar Nihil Medali

Oleh :  | Rabu, 13 Oktober 2021  22:36 WIB • 114 views

katapolos (Merauke) – Atlet Catur Sumatera Barat Ruby Tamono gagal memberikan medali bagi kontingen Sumatera Barat di PON XX Papua 2021

Kepastian itu didapat usai dirinya hanya menempati peringkat empat di klasemen akhir perlombaan catur kelas standar yang digelar di Hotel Swissbell Kabupaten Merauke, Rabu (13/10)

Pelatih Catur Sumbar Nurhidayat mengatakan Ruby sudah bekerja optimal namun menang hasil yang diraihnya belum optimal dan ini menjadi evaluasi bagi tim Catur Sumbar ke depannya.

Ruby menempati peringkat keempat klasemen akhir setelah hanya mengumpulkan poin 6,5 dari sembilan pertandingan yang telah dijalankan. Artinya di catur standar ini dirinya berhasil menang 6 kali, sekali remis dan dua kali kalah.

“Kita menang di pertandingan terakhir namun Jawa Barat juga menang sehingga tidak ada medali yang kita dapat di PON kali ini. Atlet sudah berupaya maksimal namun sepertinya tidak ada rezeki kita di PON kali ini,” katanya.

Medali emas sendiri diraih Kahfi Maulana dari DIY dengan poin 8 diikuti atlet Papua yang meraih medali perak dengan poin 7,5 dan medali perunggu diraih atlet Jawa Barat Arif abdul Hafiz dari Jawa Barat dengan poin 7.

Sementara itu, dari tiga nomor perlombaan yang dijalankan Ruby Tamono. Di kelas catur kilat, dia juga menempati peringkat 4. Kemudian di kelas catur cepat, Ia berada di peringkat ke-7. Dan di kelas catur standar di peringkat 4.

“Di kelas kilat kita sangat berpeluang karena dari lima ronde pertama kita berhasil mengumpulkan 4,5 poin namun pada hari kedua gagal untuk meraih medali di empat ronde sisa,” ujar Nurhidayat.

Hal ini tentunya menjadi evaluasi sendiri bagi kontingen catur Sumbar karena lawan mereka seperti Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah dan lainnya rutin menjalankan try out dan lawan tanding mereka banyak.

Menurut dia solusinya adalah membuat banyak turnamen sehingga mengetahui perkemabangan catur yang terjadi pada saat ini.

“Kita butuh jam terbang melalui turnamen. Kalau tidak ada turnamen tentu kita seperti katak dalam tempurung, tidak tau perkembangan di luar sana,” pungkasnya (*)

BACA JUGA :

Katapolos.com